Mei 8, 2008...3:51 am

Ayah dan Ibu, biarkan aku menjadi diriku sendiri

Lompat ke Komentar

Judul di atas adalah perasaan saya saat ini karena melihat fenomena anak-anak zaman sekarang. Ada apa dengan anak zaman sekarang? Mengapa mereka tumbuh tidak menjadi diri mereka?  Oleh siapa mereka dibelenggu?

Anak-anak sekarang memang berbeda dengan anak zaman saya dulu. Pada zaman saya, anak-anak mempunyai waktu bermain yang sangat banyak. Sepulang sekolah saya suka bermain di sungai, atau bermain sepakbola atau sekedar jalan-jalan di sawah. Nah, anak-anak zaman sekarang waktu bermainnya sangat terbatas. Mereka sudah memiliki jadual padat yang harus mereka kerjakan setiap hari. Ada yang kursus menggambar, ada yang kursus pelajaran, ada yang kursus gitar dan sebagainya. Waktu bermain yang dimiliki anak-anak sekarang telah diagnti dengan waktu untuk kursus.

Adakah yang salah? Tentu tidak, jika apa yang dikerjakan anak adalah benar-benar kesukaan dan kegemaran anak. Namun dari beberapa pengamatan saya, yang justru terjadi adalah anak-anak kursus karena bukan kebutuhan dasar anak tapi lebih karena kekhawatiran orangtua.

Orangtua kawatir anak-anaknya ketinggalan zaman, tidak punya bakat khusus. Pandangan ini juga merupakan pandangan orangtua yang merupakan korban dari pemberitaan percepatan belajar yang kurang proporsional.

Bagaimana pendapat Anda? Kami tunggu komentar Anda!!

Tinggalkan Balasan