Sebuah sekolah harusnya bisa menjadi pembelajaran semua pihak yang terkait. Baik itu sekolah, guru, siswa, orangtua maupun unsur masyarakat yang terlibat di dalamnya baik secara langsung maupun tidak. Jika sekolah sudah memiliki kriteria di atas maka sekolah itu dinamakan Sekolah Komunitas. Sekolah yang menjadi sekolah yang bisa menghasilkan generasi perubah adalah Sekolah Komunitas. Bagaimana bisa? Apa kelebihan sekolah biasa dengan Sekolah Komintas? Bagaimana cara membangun sekolah biasa menjadi Sekolah Komunitas?
Sekolah Komunitas merupakan impian saya sejak dulu. Sekolah impian ini adalah salah satu target hidup saya. Memiliki sekolah di mana semua orang yang terlibat bisa berubah lebih baik khususnya dalam mendidik anak. Dengan pembelajaran yang LUAR BIASA di SD Hikmah Teladan, saya dan istri mulai mencoba mempraktekkan dalam komunitas kecil kami yaitu di PLAYGROUP EMBUN PAGI. Di PG EP ini kami mencoba memberikan pembelajaran tidak hanya kepada murid tapi juga pada guru, orangtua, petugas kebersihan. Hasilnya subhanalloh, walau baru 2 tahun kami merasakan getaran reformasi di dalam diri mereka. Cara pandang atau paradigma mereka berubah.
Komunitas kecil kami mencoba untuk tampil lebih baik dalam metode dan strategi mendidik agar generasi kami memiliki keyakinan, keberanian dan kreatifitas yang lahir dari dalam diri mereka, bukan dicetak oleh orang lain yang tidak mengerti apa-apa tentang diri mereka.
Kelebihan Sekolah Komunitas
1. Semua pihak berperan serta dalam menyukseskan pembelajaran. Kegiatan apapun harus melibatkan semua unsur. Semua unsur merasakan bahwa sekolah itu tidak hanya dimiliki oelh ’sekolah’. Perasaan ini akan memeberikan efek semangat dan tenaga luar biasa untuk duduk bersama, berdiskusi membicara pendidikan terbaik buat anak-anak.
2. Dinamika kegiatan
